“Duta Peduli Autis di Sekolah SMP
Pelita Kudus dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia”
Teach For Indonesia”
I. Bagian Awal
Kelas : LF01 Character Building -
Agama
Nama dosen : Agus Masrukhin
Kode dosen : D3739
Waktu : Senin, 30 November 2015
Pukul : 11.00 - 11.45
Durasi : 45 Menit
Lokasi : SMP Pelita Kudus, Jalan Indraloka
Raya No.33A
Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat
Jumlah siswa/peserta : 26 orang
PIC : Bpk. Antonius Sukahar
Hadir :
Ketua :
Frans Yonatan - 1801403785
Anggota yang hadir :
1. Aristama Budiono – 1801387163
2. Matthias - 1801407732
3. Suryanto Wijaya - 1801411502
4. Yulius Kevin - 1801428970
5. Yolgan Ciady - 1801388191
6. Kevin Satria Wibowo – 1801401451
Anggota yang tidak hadir :
1. Calvin – 1801449981
Alasan
tidak hadir : cidera di kaki akibat kecelakaan. (tidak mendapat surat
keterangan dari dokter)
a. Teori yang diajarkan di kelas melalui mata kuliah
Character Building adalah Tentang apakah itu agama, dan bagaimana agama itu seharusnya berperan dalam kehidupan setiap individu di
lingkungannya. Secara garis besar agama adalah suatu
institusi/wadah yang mengatur kehidupan
rohani manusia. di mata
kuliah CB – Agama ini kita diajarkan agar tidak puas dengan hanya memiliki
agama saja, tetapi yang lebih penting adalah memiliki iman kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Dan dimata kuliah ini juga kita kembali diingatkan kembali untuk
terus menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, dan mencintai Tuhan dengan
segenap hati kita. Mata kuliah ini juga membahas tentang bagaimana menjalankan
kehidupan beragama dengan baik dan bagaimana menghidupkan dan
mengimplementasikan keyakinan/ iman yang kita miliki tersebut di dalam
kehidupan sehari-hari.
Untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi “Autism is not a
joke ” kali ini, mulai dari dua hari sebelumnya kami berdiskusi tentang masalah
teknis pelaksanaan dan kami mempersiapkan segala macam bahan materi untuk sosialisasi,
mulai dari power point, form evaluasi, flyer(attribute campaign), dan form
survey untuk para siswa. Sehingga pada malam hari sebelum sosialisasi kami
hanya mendiskusikan tentang waktu dan tempat berkumpul dan bagaimana untuk
pergi ke sekolah. Pada hari sosialisasi, pertama-tama kami menemui Bpk. Anton
kepala sekolah SMP Pelita Kudus terlebih dahulu untuk membicarakan perihal
teknis pelaksanaan(ruangan, fasilitas, dsb).
Setelah itu kamipun memulai sosialisasi, dimulai dari
pembagian brosur/flyer tentang autisme yang kami buat. Pada sosialisasi pertama
kami ini, kami memilih metode classroom untuk mempresentasikan bahan materi
sosialisasi kami. Metode classroom merupakan metode pembelajaran yang sering dan
umum digunakan oleh para guru untuk mengajarkan materi kepada muridnya. Dari metode
tersebut satu hal positif yang paling menonjol dari metode ini yaitu
penyampaian/ delivery materi lebih mudah diproses, karena kami melihat bahwa
siswa/i lebih nyaman dan tidak gugup menghadapi kami/ para presenter didepan,
karena jumlah mereka lebih banyak. Tetapi hal yang kurang baik terhadap metode
tersebut adalah siswa lebih mudah mengobrol dan berisik, karena tidak
didampingi satu persatu oleh kami/ para presenter, seperti dalam metode
mentoring.
Dari quisioner yang kami berikan kepada para siswa/I
tersebut, hasil kinerja sosialisasi kami mendapatkan apresiasi yang cukup baik.
Tetapi terdapat juga beberapa komentar yang menyatakan beberapa kekurangan
selama sosialisasi. Secara keseluruhan pada saat kami melaksanakan sosialisasi
tersebut, para siswa terlihat cukup senang,dan antusias karena mungkin
sebelumnya belum pernah ada yang bersosialisasi khususnya tentang autisme
disana.
Survey Eksternal :
Survey eksternal
yang kami lakukan adalah dengan memberikan quisioner tentang presentasi
kepada para siswa/ peserta, pada akhir
pertemuan sosialisasi ini. Hasil survey sosialisasi yang kami lakukan adalah
cukup baik, walaupun masih terdapat komentar-komentar yang membangun/ komentar tentang
kekurangan selama sosialisasi,
seperti komentar yang menyatakan bahwa presenter terlihat gugup atau presenter
menyampaikan materi sosialisasi terlalu cepat.
Kesimpulannya sosialisasi pertama yang kami lakukan
sudah cukup baik, tetapi kami masih harus memperbaiki cara presentasi, dan
meningkatkan efisiensi selama bersosialisasi, agar siswa/peserta dapat tetap
fokus dan mudah menyerap maksud yang ingin kami sampaikan.
Survey internal :
Pada pertemuan kali ini
menurut saya semua anggota patut di apresiasi dan patut menjadi contoh, karena
semua anggota datang tepat waktu, dan
semua perlengkapan dan atribut dibawa dengan lengkap, dan hampir semua tugas
yang telah dibagi-bagi sebelumnya sudah tepat dilaksanakan, walaupun masih
belum efisien. Dan yang masih kurang/ yang perlu lebih semangat lagi menurut
saya tidak ada, hal tersebut mungkin karena koordinasi/komunikasi yang
dilakukan sebelum kegiatan dimulai.
III. Penutup
Hasil kegiatan :
a. Sejak awal
dimulainya sosialisasi kami melihat bahwa para siswa cukup serius memperhatikan
presentasi. Pada awal kegiatan ketika kami mengajukan pertanyaan kepada para
peserta untuk menjelaskan apa itu autisme dan apa makna dari flyer yang kami
berikan, belum ada yang berani menjawab. Tetapi dipenghujung presentasi ada
beberapa pertanyaan yang di ajukan peserta. Dan dari sini terlihat bahwa
pemahaman para siswa tentang autisme sedikit banyaknya telah meningkat.
b. Pada akhir
presentasi kami memberikan tantangan bagi para peserta untuk menjelaskan arti
dari flyer yang kami bagikan. Dan ada seorang anak yang berani untuk
menjelaskan.
Kesimpulan dari
kegiatan sosialisasi yang kami lakukan adalah kita harus berusaha untuk
mengerti dan memahami tentang apa itu autisme. Karena jika kita telah memahami
apa itu autisme maka kita akan dapat bersikap lebih baik terhadap autisme
tersebut dan bertindak lebih tepat untuk menghadapi autisme. Sehingga tidak ada
lagi yang menjadikan autisme sebagai bahan lelucon. Hal ini berguna untuk
menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, dan tentunya juga menjaga
hubungan baik dengan Tuhan melalui setiap perbuatan baik yang kita lakukan.
Untuk pertemuan
selanjutnya kami akan berusaha melakukan untuk memperbaiki cara presentasi dan
membuat materi presentasi menjadi lebih menarik, untuk meningkatkan antusiasme
siswa. Dan jumlah siswa/peserta yang hadir berjumlah 26 orang.
Form evaluasi :
Foto-foto sesi pertemuan minggu pertama :
(Perkenalana awal : Julius, Suryanto, photo by : Frans)
(Frans, Suryanto, Yolgan, Kevin S.W, Aristama, photo by : Julius)
(Matthias, Suryanto, Yolgan, Kevin S.W, photo by : Julius)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar